Oleh: rye | 2 Agustus 2009

MENGENAL KERACUNAN DAN BAHAYANYA


Apakah Keracunan Makanan itu ?

Keracunan makanan adalah kejadian penyakit akibat mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, yag ditandai dengan gejala umum seperti perut mulas, muntah, diare, lemas, sakit perut yang kadang disertai dengan kulit kemerahan, kejang atau pingsan.

Berbahayakah keracunan makanan ?

Keracunan makanan tentu saja berbahaya, tetapi tidak selalu menimbulkan kematian, hanya kadang-kadang saja dapat menimbulkan kematian. Keracunan makanan dapat menimbulkan masalah serius bagi kelompok anakn balita, usia lanjut serta orag yang pernah sakit atau menderita penyakit menahun (kronis).

Keracunan makanan terdiri dari berbagai tingkatan, yaitu :

a. Keracunan ringan, tidak terlihat sakit tetapi terasa perut mulas melilit ingin buang air besar, tetapi yang keluar hanya angin. Keracunan semacam ini tidak berbahaya, asal tubuh dalam kondisi yang normal dan secara berangsur akan sembuh, jika angina yang keluar telah habis setelah buang air besar.
b. Keracunan sedang, jika penderita meraskan sakit pada perut disertai dengan perasaan ingin buang angina dan diare, kadang disertai kepala pusing dan muntah. Keracunan semacam ini kurang berbahaya asal segera menelan obat anti keracunan seperti tablet norit atau natrium bicarbonate. Kedua jenis obat ini dijual bebas dipasaran. Untuk lebih mempercepat pemulihan dianjurkan penderita untuk beristirahat dan banyak minum.
c. Keracunan berat, jika penderita merasakan nyeri perut yag sangat hebat, disertai dengan diare yang tidak tertahankan, muntah, kepala pusing atau disertai timbulnya bintil merah di muka dan di kulit yang terasa terbakar. Untuk gejala seperti ini penderita wajib dibawa ke dokter/puskesmas terdekat. Untuk pertolongan pertama berikan air kelapa muda atau susu, dan biarkan buang air atau muntah sebanyak-banyaknya, kemudian berikan minuman larutan gula garam (oralit) dalam suhu hangat.
d. Keracunan sangat berat, jika penderita menderita kejang, pandangan kabur dan pingsan. Tindakan darurat segera dilarikan ke rumah sakit/puskesmas terdekat untuk diberikan penambahan cairan tubuh (infus), karena kalau terlambat dapat menyebabkan kematian.

Apakah penyebab keracunan makanan itu ?

Penyebab keracunan banyak macamnya, dan akibatnya bias mulai dari ringan sampai berat sekali. Secara umum yang banyak terjadi di Indonesia adalah sebagai berikut :

a. Penyebab Mikroba :

1) Escherichia coli pathogen, habitatnya terdapat di usus manusia dan tersebar dimana-mana di ala mini. Faktor penyebabnya karena lingkungan yang tidak bersih. Masa inkubasi antara 12 – 72 jam. Gejalanya mulai dari ringan sampai berat. Makanan pembawa hampir semua jenis makanan yang berkuah.
2) Staphylococcus aureus, habitatnya pada kulit manusia, dan akan berkembang biak dengan baik dalam makanan yang mengandung daging sebagai penghasil toksin (enterotoksin) yang tidak rusak oleh panas. Faktor penyebabnya karena perilaku penjamah yang tidak bersih. Masa inkubasi sangat cepat yaitu antara 2 – 6 jam. Gejalanya biasanya sedang dan berat. Makanan pembawa hamper semua jenis makanan yang terbuat dari daging yang berkuah.
3) Salmonella, habitatnya pada telur dan unggas dan akan menyebar dialam pada tempat yang mengandung jenis makan tersebut. Faktor penyebabnya adalah penanganan telur dan unggas seperti ayam, bebek dan kalkun yang tidak hygienis. Masa inkubasi antara 6 – 36 jam. Gejala mulai dari ringan sampai berat. Makanan pembawa semua makanan yang terbuat dari daging dan unggas terutama telur.
4) Baccilus cereus, habitatnya pada jenis makanan yang terbuat dari biji-bijian. Penghasil toksin eksotoksin yang rusak (tidak stabil) dengan panas. Juga membentuk spora yang tahan terhadap panas. Faktor penyebabnya penanganan dan lingkungan yang tidak bersih. Masa inkubasi antara 1 – 6 jam. Gejala mulai dari ringan sampai berat. Makanan pembawa adalah makanan yang terbuat atau mengandung biji-bijian yang lembab, seperti nasi beras, gandrung, jagung atau bulgur.
5) Vibrio parahaemolyticus, habitatnya pada jenis ikan laut seperti ikan, kerang dan kepiting. Faktor penyebabnya adalah pengolahan ikan yang tidak sempurna. Masa inkubasi antara 2 – 48 jam. Gejala mulai dari ringan sampai berat. Jenis makanan pembawa adalah semua jenis makanan laut terutama yang berkuah.
6) Clostridium botulinum, habitatnya pada tempat atau wadah yang tidak ada oksigennya, karena sifat anaerobic (dapat hidup tanpa adanya oksigen). Faktor penyebabnya karena proses pengalengan makanan yang tidak steril, sehingga bakteri berkembang biak dalam keadaan hampa oksigen. Penghasil racun eksotoksin yang rusak dengan panas (tidak stabil). Masa inkubasi antara 12 – 96 jam. Gejala biasanya berat dan sangat berat. Jenis makanan pembawa adalah semua jenis makanan kaleng terutama yang mengandung daging, unggas dan susu.
7) Streptococcus, habitatnya pada saluran tubuh manusia seperti mulut, hidung dan telinga. Faktor penyebabnya adalah hygiene perorangan yang tidak bersih. Masa inkubasi antara 3 – 22 jam. Gejala biasanya ringan dan berat. Jenis makanan pembawa adalah semua jenis makanan berkuah terutama mengandung daging dan unggas.

b. Penyebab Kimia

1) Pestisida : jenis organofosfat, organosulfat dan karbamat. Habitatnya sebagai bahan pembasmi hama di pertanian dan rumah tangga. Faktor penyebabnya adalah karena ketidaktahuan, kecerobohan atau pemakaian daur ulang wadah bekas pestisida untuk digunakan dalam makanan. Bisa juga penggunaan pestisida tanpa kendali pada sayuran dan buah-buahan. Masa inkubasi sangat cepat yaitu beberapa menit sampai beberapa jam. Gejala biasanya berat dan sangat berat dan ancaman kematian jika tidak segera ditangani dokter. Jenis makanan pembawa adalah semua jenis makanan yang tercemar terutama sayuran dan buah-buahan yang dimakan mentah tanpa dicuci atau pencucian kurang sempurna.
2) Arsen, adalah senyawa kimia beracun sebagai campuran umpan tikus. Habitatnya di daerah pertanian atau rumah tangga. Faktor penyebabnya adalah karena ketidaktahuan, kecerobohan atau cara penanganan yang tidak sesuai petunjuk dari pabrik. Masa inkubasi beberapa menit sampai beberapa jam. Gejala sangat berat dengan ancaman kematian. Antidote dengan air susu, air kelapa muda, natrium bikarbonat dan memuntahkannya. Makanan pembawa adalah semua jenis makanan yang tercemar, terutama yang terjamah oleh tikus sasaran atau ditangani tanpa mencuci tangan.
3) Logam berat seperti Cadmium, Magnesium, Stibium, Mercury, Cuprum, Zinkum dan Plumbum, dan Boron dengan turunannya adalah senyawa kimia beracun yang bersifat kumulatif, sehingga terjadi keracunan makanan dalam waktu yang lama. Faktor penyebabnya adalah penggunaan yang terus menerus sehingga terakumulasi dalam tubuh. Masa inkubasi antara 10 – 50 tahun. Gejala mulai dari ringan sampai sangat berat dan mempunyai efek kronis (menahun). Makanan pembawa bisa semua jenis makanan hasil pertanian yang dipupuk dengan limbah mengandung logam berat dan hasil olahan jenis daging, ikan dan unggas.

c. Penyebab Toksin

1) Penyebab toksin bakteri :
a) Toksin Staphylococcus, bersifat stabil dan tahan terhadap pemanasan. Maka pemanasan kembali makanan tidak menjamin keamanan makanan.
b) Toksin Clostridium botulinum, bersifat labil dan mudah rusak karena panas. Karena didalam kaleng tertutup, maka tanda adanya toksin ini adalah bentuk kaleng yang menggelembung dan kalau dilubangi akan keluar udara mendesis. Dengan dipanasakan maka Clostridium akan mati dan tidak terbentuk toksin dan makanan bias digunakan.
c) Aflatoksin, bersifat karsinogenik (penyebab kanker), yang tumbuh dalam jamur pada kacang tanah. Sangat beracun sehingga harus dimusnahkan.
d) Asam bongkrek yang tumbuh dalam jamur tempe bongkrek Pseudomonas cocovenenans.

2) Penyebab toksin alam :
a) Ikan buntal atau kerang hijau beracun
b) Kentang beracun (solanin), ubu kayu beracun (noda biru), umbi gadung dan talas beracun
c) Bayam beracun, asam jengkol/petai beracun
d) Jamur beracun, jamur melinjo beracun

3) Penyebab alergi :
a) Alergi ikan laut (tongkol, udang, kerang) akibat histamine
b) Alergi bumbu penyedap masakan (Chinese food syndrome)
c) Alergi aroma atau uap makanan (asma, muntah)
d) Alergi bumbu tradisional (cabai, bawang, merica)

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
DALAM PENGELOLAAN MAKANAN

I. BAHAN MAKANAN

1. Pilih bahan makanan yang bermutu baik ( segar, tidak busuk, tidak layu, tidak berulat).
2. Jangan menyimpan / meletakkan bahan makanan dalam wadah bekas pestisida, pupuk, semen.
3. Jangan menyimpan bahan makanan dekat pupuk, pestisida, semen, kandang ternak, tempat sampah.
4. Bahan makanan harus disimpan dalam wadah yang bersih.

II. PERALATAN

1. Peralatan harus tersedia dalam keadaan bersih, kering dan bebas debu.
2. Peralatan sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak mudah luntur dan tidak berkarat.
3. Sebelum dan sesudah dipakai, wadah harus dicuci dengan sabun sambil dibilas, tiriskan dan keringkan.

III. PENGOLAHAN MAKANAN

1. Bahan makanan yang akan diolah harus dibersihkan dahulu dan dicuci dengan air yang bersih.
2. Air bersih mutlak dibutuhkan untuk semua tahapan pengolahan makanan.
3. Proses pemasakan harus sempurna (matang).
4. Makanan yang sudah matang harus ditempatkan dalam wadah yang bersih, bebas debu maupun serangga dan tertutup (menggunakan tudung saji).
5. Bila makanan perlu dihangatkan, maka proses penghangatan harus sempurna (untuk makanan yang tidak bersantan panasnya harus merata dan untuk makanan yang berkuah/bersantan harus sampai mendidih).
6. Jarak makanan yang akan dihangatkan maksimal 6 jam sekali terutama bagi makanan yang bersantan /berkuah.
7. Harus menggunakan sendok bila akan mengambil makanan terutama makanan yang dihangatkan.

IV. TENAGA PENGOLAH

1. Berbadan sehat.
2. Tidak menderita penyakit menular (Flu, TBC).
3. Tidak menderita penyalit kulit (Kudis, Panu, Koreng atau luka).
4. Berpakaian bersih, memakai penutup kepala dan menggunakan alas kaki (sandal).
5. Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat yaitu :
* Kuku dalam keadaan bersih dan pendek.
* Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah memasak maupun memegang makanan dan setelah keluar dari WC.
* Tidak menggaruk/mengupil saat mengolah makanan.
* Tidak batuk dengan posisi menghadap ke makanan.
* Selalu menggunakan sendok saat memegang/mencicipi makanan.


Responses

  1. benarkah jamur melinjo beracun? saya hampir tiap minggu makan jamur yang berbentukbulat kuning dalamnya putih atau hitam itu,saya ambil dr kebun melinjo samping rumah dan baik2 saja.

    • Mas Darmawan…,

      Berbicara masalah racun atau toxic sebenarnya tergantung dari beberapa faktor diantaranya banyaknya kandungan racun tersebut serta kondisi ketahanan/daya tahan tubuh kita sendiri (imun).

      Untuk jamur melinjo sendiri dalam beberapa artikel lainnya disebutkan sempat memakan korban (keracunan) akibat mengkonsumsi jamur tersebut (bahkan kematian) dengan gejala awal antara lain rasa mual disusul muntah-muntah. Tak jarang rasa pening serta pusing kepala segera menyergap. Penderita juga kerapkali harus buang air besar.

      secara umum kasus keracunan bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu bahan mentah makanannya yang mengandung racun serta cara pengolahan dan penyimpanan hasil olahannya yang tak higienis, sehingga berpotensi menimbulkan racun.

      Uji laboratorium menunjukkan, sebagian besar jamur tangkil penyebab keracunan itu memiliki kadar nitrat yang melebihi ambang batas, sehingga tubuh tidak dapat mentolelir kadar racunnya.

      Jika saja sampai saat ini mas darmawan rutin mengkonsumsi jamur tersebut tapi tidak menunjukkan gejala apapun, mungkin ini disebabkan daya tahan tubuh (sistem imun) mas darmawan cukup baik atau bisa jadi bahan yang dikonsumsi telah mendapatkan perlakukan yang sesuai (pengolahannya) sehingga kadar racunnya menjadi berkurang sehingga aman saat dimakan.

      Saran saya, dari pada kita merasa ragu-ragu untuk memakan sesuatu lebih baik tinggalkan saja, toh masih banyak jenis makanan jamur lainnya yang betul-betul bebas dari racun… dan sangat aman untuk dikonsumsi.

  2. \keracunan, bisa cari materi myg lebih banykl lagi dan tolong kirim ke email saya. thanks……………..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: