Oleh: rye | 9 Agustus 2009

PEDULI DBD DI SEKOLAH


Sebagian besar pasien DBD merupakan anak-anak usia sekolah. Lingkungan sekolah baik di luar maupun dalam ruangan perlu adanya penanganan pengendalian nyamuk. Gerakan PSN tidak hanya dilakukan di lingkungan perumahan melainkan mutlak harus dilakukan di lingkungan sekolah. Hal ini sudah diprediksi Dinas Kesehatan Kab. Bogor yang menyarankan pemantau jentik untuk lebih melebarkan sayapnya masuk ke sekolah-sekolah.

Pola penularan virus DBD sangat cepat menjalar di lingkungan sekolah. Siklus hidup nyamuk yang hanya butuh waktu +/- 14 hari mengakibatkan populasi membengkak dengan cepatnya. Kesibukan belajar mengajar di sekolah seakan terusik dengan datangnya wabah DBD. Sebagai contoh, jika ada satu anak yang terinfeksi virus DBD, dalam kurun waktu 24 jam, nyamuk Aedes Aegypti dapat menularkan ke teman-temannya mengakibatkan korban semakin bertambah.

Selain anak-anak dituntut melindungi diri dengan lotion anti nyamuk ataupun memperkuat daya tahan tubuhnya, pihak sekolah dituntut tanggap terhadap permasalahan ini.

Fenomena iklim yang tidak menentu akhir-akhir ini menyebabkan musim hujan menjadi berubah. Kadang hari ini hujan besok terang dan seterusnya. Wabah DBD sekarang tidak mengenal musim, sehingga perlu adanya kesadaran bersama dalam menanganinya. Bentuk sosialisai peduli DBD di sekolah-sekolah dirasa sangat perlu dilakukan untuk memutuskan rantai penularan DBD. Semakin cepat penanganan baik terhadap korban maupun penanganan lingkungan, akan memutus rantai penularan DBD.

Pembagian brosur mengenai bahaya DBD di sekolah-sekolah merupakan salah satu bentuk sosialisasi untuk membangkitkan kesadaran semua pihak yang terkait didalam lingkungan sekolah agar lebih waspada terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue. Penanganan wabah DBD tidak cukup hanya mengandalkan dinas kesehatan saja melainkan semua individu masyarakat harus tanggap terhadap lingkungannya.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam hal pencegahan DBD di sekolah adalah :

1. Waspada terhadap tempat yang bisa dijadikan berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti dengan menggiatkan program PSN di sekolah.

2. Mulai menerapkan pola hidup sehat.

3. Penanganan awal terhadap penderita DBD.

4. Pengendalian nyamuk dengan cepat, saat terdeteksi ada salah satu anak terkena DBD.

5. Memberikan pengetahuan kepada anak didik mengenai bahaya penyakit DBD.

Siklus Perkembangan Nyamuk Aedes Aegypti


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: